Pengembangan Diri dan Kesehatan Mental Mahasiswa
Pada kegiatan PKKMB Unila Day 2, saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang menurut saya sangat bermanfaat untuk kehidupan selama menjadi mahasiswa. Salah satu hal yang paling saya pahami adalah bahwa masa perkuliahan bukan hanya tentang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri, mencari pengalaman, membangun relasi, dan mencoba berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat serta bakat yang kita miliki. Sebagai mahasiswa, saya juga perlu berani keluar dari zona nyaman agar bisa berkembang dan menemukan potensi yang ada dalam diri saya.
Dalam materi pengembangan mahasiswa, saya mengenal konsep Connect, Impact, dan Protect. Connect mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan orang lain, baik dengan teman, dosen, maupun lingkungan kampus. Dengan memiliki relasi yang luas dan komunikasi yang baik, kita bisa saling bertukar pengalaman, mendapatkan informasi, serta belajar dari orang-orang di sekitar. Di lingkungan Unila juga terdapat berbagai organisasi seperti BEM, UKM, DPM, dan HMJ yang dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan minat dan bakat. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti PKM, seni, olahraga, maupun kegiatan lainnya untuk mendapatkan pengalaman dan prestasi.
Selanjutnya, Impact mengajarkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik untuk diri sendiri, lingkungan kampus, maupun masyarakat. Dampak tersebut tidak harus selalu dalam bentuk sesuatu yang besar. Mengikuti kegiatan yang bermanfaat, berprestasi, membantu orang lain, dan aktif dalam kegiatan kampus juga merupakan bentuk kontribusi yang dapat dilakukan. Saya menyadari bahwa selama kuliah nanti saya tidak hanya ingin mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga ingin memiliki pengalaman dan memberikan sesuatu yang positif bagi lingkungan sekitar.
Kemudian ada Protect, yaitu bagaimana kita menjaga kesehatan mental dan keseimbangan diri selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Saya belajar bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan self-care, menetapkan batasan atau boundaries, serta menjaga keseimbangan antara kuliah, organisasi, kegiatan sosial, dan waktu untuk diri sendiri. Dengan menjaga keseimbangan tersebut, kita dapat menjalani perkuliahan dengan lebih nyaman dan tidak terlalu memaksakan diri.
Selain materi tersebut, saya juga mendapatkan informasi mengenai berbagai beasiswa yang dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Terdapat berbagai sumber beasiswa, mulai dari pemerintah, lembaga perbankan, hingga pihak swasta. Informasi ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi karena ternyata ada banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa.
Dari seluruh kegiatan PKKMB Day 2 ini, saya menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang belajar dan mendapatkan gelar. Perkuliahan merupakan proses untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih mandiri, aktif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan dampak positif. Saya ingin memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik mungkin melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, sambil tetap menjaga kesehatan dan keseimbangan diri. Connect, Impact, dan Protect menjadi hal yang ingin saya terapkan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Unila.
Subscribe newsletter
Dapat email setiap kali vira-2611011034-mhs.blog.unila.ac.id publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.
Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.
Komentar (0)
Memuat komentar…
Artikel Terkait dari VIRA MEIVIA BASRI
Topik Serupa
Bacaan Lain di Blog Unila
Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.